Al-Hasan Al-Basri : "kalian tidak lebih dari sekumpulan hari-hari, setiap pergi satu hari, maka berarti pergi juga sebagian dari kalian" Rusdin

Kamis, 16 Mei 2013

OPINI

BAHASA INGGRIS DIHAPUS PADA SEKOLAH DASAR MENGHAMBAT PENGUASAAN MULTILINGUAL SOCIATY
 
Penerapan kurikulum 2013 oleh pemerintah pada Juni mendatang, masih menuai polemik. Pro dan kontra pun bermunculan di kalangan pendidik maupun pemerhati pendidikan. Salah satu yang menjadi pangkal permasalahan dari kurikulum 2013 tersebut adalah pengurangan mata pelajaran pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diantaranya penghapusan bahasa inggris di Sekolah Dasar yang sebagian menilai kurang tepat oleh pemerintah karena menghambat penguasaan multilibahasa masyarakat Indonesia. Padahal di Kemampuan daya ingat anak-anak pada usia Sekolah Dasar sangat luar biasa tajamnya. Mereka cepat menangkap dan merespon rangsangan berupa objek apa saja yang mereka temui menggunakan panca indra dan itu menjadi memori yang bahkan tidak pernah lupa seumur hidupnya. Ini kekuatan yang paling dasyat yang harus kita manfaatkan dengan memacu, memotivasi dan mendorong mereka untuk mengetahui banyak hal tentang ilmu pengetahuan demi masa depan mereka yang sangat kompetitif.
Sebagai perbandingan anak-anak di Negara lain seperti Jepang, India dan China penguasaan bahasa Inggris yang merupakan bahasa International sangat maju, ketika penulis mengajar privat bahasa Inggris di Jepang pada tahun 2002 antusias para siswa SD disana cukup tinggi, daya tangkap nalar mereka dalam waktu satu bulan mereka sudah dapat mengingat banyak percakapan dalam bahasa Inggris. Kemudian di India anak-anak disana sudah mampu berbahasa Inggris pada usia SD bahkan lebih daripada mereka yang dewasa di Indonesia. Nothing is impossible, sekali lagi jangan abaikan kemampuan dasyat memori anak usia Sekolah Dasar.
Sebagai Kementerian yang mengurusi masalah pendidikan dan diisi oleh para scholars, seharusnya setiap kebijakan yang diambil maupun yang diwacanakan Kementerian Pendidikan Nasional harus berdasarkan data riset yang jelas yang artinya tidak membuat kebijakan berdasarkan politik dan kepentingan. Menurut penulis, anggapan bahwa mata pelajaran bahasa Inggris menjadi beban dan mengancam eksistensi bahasa lokal merupakan sebuah hipostesis yg sangat prematur. Banyak negara yang bahkan menjadikan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran sejak SD. Namun tidak menyebabkan siswa-siswinya lupa berbahasa daerah. Kita bisa lihat malaysia yang bahasa melayunya lebih original dibanding kita. Juga India yang pelajarnya bisa 3 bahasa: Inggris, Hindi, dan Bahasa lokal. Bahasa daerah dan bahasa Indonesia bisa dipelajari anak-anak di rumah dan di lingkungan bermain. Lalu bahasa Inggris bisa dipelajari dimana, kalau bukan di sekolah?. Bagaimana anak-anak bangsa ku bisa menguasai IPTEK bila di usia dini mereka tidak mengenal bahasa Inggris, usulan kebijakan Wakil Mendikbud bidang pendidikan Musliar Kasim, perlu diselidiki latar belakang keputusannya yang kami menilai kurang cocok untuk saat ini.
Pendekatan fungsional dalam pengajaran bahasa memiliki persepsi bahwa pengajaran bahasa harus selalu diasosiasikan dengan aktivitas dan realitas bahasa itu sendiri sehingga bahasa tidak diajarkan di luar dari konteksnya. Dalam pengajaran bahasa Inggris ataupun juga bahasa Indonesia, peserta didik harus dirangsang dengan aktivitas yang memaksimalkan kecerdasan bahasa lisan maupun tulisan dengan selalu melibatkan konteks bahasa. Penggunaan intonasi yang tepat dan pemilihan kata-kata yang bijak dapat memotivasi peserta didik untuk aktif menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Pengajaran bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia di SD menggunakan konsep pengajaran yang mengedepankan bagaimana menggunakan bahasa dan bukan sekedar mengetahui apa itu bahasa.
Sungguh problematika pemerintah menghapus bahasa Inggris di SD karena antusias para siswa dalam mempelajari bahasa Inggris cukup tinggi sebagai contoh hipotesis yang bisa dibenarkan ketika kami membuka privat kursus bahasa Inggris  di berbagai daerah Kota Bima dan Dompu mereka siap menghabiskan waktu yang lumayan lama untuk belajar bahasa Inggris, selain para siswa dukungan orang tua mereka cukup tinggi karena mereka tau bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa yang bisa di manfaatkan di masa akan datang oleh generasinya, salah satunya mereka bisa mempersiapkan labih dini untuk bisa mendapatkan scholar ke luar negeri dan selanjutnya mereka bisa lebih handal dalam penguasaan IPTEK yang tentunya tidak menyampingkan bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar