Al-Hasan Al-Basri : "kalian tidak lebih dari sekumpulan hari-hari, setiap pergi satu hari, maka berarti pergi juga sebagian dari kalian" Rusdin

Senin, 01 Juli 2013

Mobil Murah Datsun Bisa Dibeli di Dealer Nissan


Nissan Motor menghidupkan kembali mobil murah Datsun yang telah 'tidur' selama 32 tahun. Datsun akan diperkenalkan kembali pada 15 Juli 2013, di New Delhi, India. Di waktu yang sama, Datsun akan meluncurkan produk pertama model hatchback, yakni K2.

Proyek mobil murah Datsun akan dilakukan di beberapa negera berkembang seperti India, Rusia, Afrika Selatan, serta Indonesia.

Untuk di Indonesia, Datsun yang juga masih bernaung bersama Nissan Motor Indonesia (NMI), kabarnya baru akan diperkenalkan tahun ini. Namun bagaimana dengan persiapan penjualan? Sebab, belum ada dealer Datsun di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Jusac Kertowidjojo, menjelaskan, Datsun akan berbagi tempat di dealer Nissan

"Kemungkinan ada beberapa di dealer khusus Datsun sendiri," kata Jusac usai peluncuran All New Nissan Grand Livina, di Jakarta, Rabu 29 Mei 2013.

Namun, untuk penjelasan lebih detail mengenai mobil murah tersebut, Jusac masih tutup mulut. Untuk menunggu kelahiran Datsun di Indonesia, NMI berencana menambah dealer yang kini sebanyak 93 dealer menjadi 105 dealer, hingga akhir tahun.

"Kami tambah dealer. Nanti di dealer Nissan ada Datsun tapi tidak semua dealer. Mungkin kalau wilayah atau tempatnya tidak memungkinkan, dealer Datsun akan dibuat sendiri," kata Vice President After Sales NMI, Teddy Irawan.

Datsun akan diproduk Nissan di pabrik yang masih tahap pembangunan di Cikampek, Jawa Barat. Untuk kapasitas produksi, Datsun dipatok target 100.000 unit per tahun. Dengan begitu, total produksi pabrik (Nissan dan Datsun) akan mencapai 200.000 unit per tahun.

Mengenai harga, mobil murah Datsun rencananya dijual sekitar 400.000 rupee (Rp75 juta). Calon konsumen mobil Datsun merupakan masyarakat yang ingin beralih dari sepeda motor ke mobil. Datsun memperkirakan konsumen itu memiliki penghasilan sekitar 30.000 rupee atau setara Rp5,4 juta per bulan.