Al-Hasan Al-Basri : "kalian tidak lebih dari sekumpulan hari-hari, setiap pergi satu hari, maka berarti pergi juga sebagian dari kalian" Rusdin

Jumat, 11 November 2011

Rejeki


Rezeki, kedatangannya selalu ditunggu-tunggu. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Seperti orang yang berada dalam terminal, berdesak-desakan untuk saling mendahului, bahkan ada yang saling sikut menyikut, tak peduli lagi keberadaan orang disekitarnya.
Sebagian orang menganggap, mencari rezeki itu susah, butuh perjuangan dan pengorbanan yang besar. Jangankan mencari rezeki yang halal, mencari yang harampun sudah susah. Padahal kita juga sering menyaksikan begitu mudahnya sebagian orang mendapatkan rezekinya, bahkan hanya dengan duduk-duduk dirumah pun rezeki mereka datang dengan sendirinya.
Apakah rezeki itu sebenarnya? Mengapa sebagian orang membutuhkan energi lebih banyak untuk mendapatkan rezeki yang jumlahnya pas-pasan, tetapi sebagian orang lagi kita lihat, dengan tanpa usaha yang begitu besar, kok mendapatkan bagian rezeki yang begitu banyak. Apakah ada unsur ketidakadilan Tuhan disana?
Ops…!!! Jangan salahkan siapa-siapa dulu, apalagi sempat berpikiran menyalahkan Tuhan. Dalam kitab, sudah dijelaskan  bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa pada hambanya. Bahkan seekor semut pun yang begitu sangat kecil, Tuhan tidak lupa memberikan rezeki untuknya, apalagi seorang manusia yang besar seperti kita. Terus apa yang membuat kadar rezeki itu berbeda-beda?
Apa yang kamu tanam hari ini, kamu akan petik buahnya esok, kata orang bijak. Rezeki hari ini, tidak serta merta datang sendirinya tanpa sebab, tetapi butuh sebuah proses yang sangat panjang. Menanam benih yang banyak akan mengghasilkan buah yang banyak. Begitupun rezeki, ingin mendapatkan bagian yang banyak, maka harus menanam benih-benih rezeki yang banyak  juga sebelumnya. Mau mempermudah mendapakannya, tanam rezeki itu disegala tempat. Karena rezeki tidak bisa dipastikan dari mana datangnya. Dia adalah sunnatullah, yang terikat dengan hukum alam.
Apakah rezeki yang banyak butuh modal investasi yang banyak pula? Saya rasa tidak. Bahkan senyumanmu adalah sebuah investasi. Apa yang kita lakukan adalah sebuah investasi dan jalan untuk menjemput rezeki tersebut. Jalannya mudah, caranya gampang, modalnya kecil. Karena rezeki itu tidak ada yang langsung diturunkan langsung dari langit dalam bentuk benda, tetapi malalui perantaraan manusia. Maka perbaikilah hubungan dengan manusia, sambil memperbaiki kualitas dan kemampuan diri sendiri.
Seseorang yang mengatakan bahwa mencari rezeki itu susah, sehingga mengambil jalan pintas (menghalalkan segala cara, menipu dll) justru tidak melakukan usaha investasi untuk masa depannya. Dia pesimis dengan hidup, dengan mengambil jalan pintas, pensiun investasi hari ini, dan yakin umur mereka tidak panjang lagi, sehingga nekat mempertaruhkan nyawa untuk merampas rezeki bagian orang lain.
Rezeki tidak akan kemana. Tatap dunia dengan penuh harapan, maka dunia akan menghampirimu dengan senyuman paginya. Rezeki hari esok, tergantung persiapan usaha investasi hari ini. Mau mendapatkan bagian lebih banyak hari esok, menanam dan berinvestasilah yang banyak hari ini..