Al-Hasan Al-Basri : "kalian tidak lebih dari sekumpulan hari-hari, setiap pergi satu hari, maka berarti pergi juga sebagian dari kalian" Rusdin

Rabu, 14 September 2011

Artikle


 OPINI

PERAN KEPALA SEKOLAH

(Oleh : Rusdin, S. Pd)

Kepala sekolah saat ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru untuk memimpin secara efektif baik dari sisi biaya maupun wewenang. Untuk itu jika para kepala sekolah tidak mengerti, maka semua itu tidak akan terjadi. Untuk terjadi, saat ini para kepala sekolah harus mempunyai peran sebagai visioner, agen perubahan, kepala di bidang pendidikan, role model dan manajer.
Jika kita benar-benar berkomitmen untuk mempersiapkan siswa kita untuk masa depan, penting bagi para kepala sekolah untuk melihat cakrawala untuk memproyeksikan bagaimana teknologi akan mengubah lanskap pendidikan dalam waktu yang tidak begitu jauh di masa depan. Visioner melihat ke masa depan. Pemimpin adalah manusia, tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi, mampu memberikan inspirasi & motivasi, serta kompeten dalam mengelelolah sekolah.
Tanpa visi, seorang pemimpin akan kehilangan motivasi untuk berjuang dalam berkarya, dan akan kehilangan keberanian untuk memperjuangkan visinya agar dapat memberikan kebermanfaatan bagi umat manusia. Yang paling penting, sistem organisasi akan berjalan tak tentu arah, potensi diri bawahan tak terbedayakan, dan keberadaan dirinya sendiri sebagai seorang pemimpin mencerminkan sosok yang tidak berdaya. Banyak sekali model perubahan hasil penelitian yang ada di buku maupun sumber-sumber lain. Seperti kita ketahui, mengelola perubahan sama saja dengan mengelola sumber daya manusia yang ada di sekolah kita. Agen perubahan yang cerdas akan dengan gigih berpatokan pada satu model yang dianggapnya benar sambil tetap terbuka dan membangun saling pengertian dengan guru, siswa dan orang tua, dan terus berusaha dalam jangka panjang. Semua elemen yang ada di sekolah harus memahami proses ini. Pemahaan ini berasal dari diskusi dan dialog terbuka bahwa kepala sekolah memulai dan memimpin perubahan. Guru adalah agen perubahan dimanapun dia berada harus memberikan kontribusi terbaik kepada peserta didik dan juga kepada masyarakat luas, ya agen perubahan yang terus dinamis untuk kemajuan.
Di manapun guru berada dia harus dapat membawa perubahan bagi masyarakat di sekelilingnya. dia harus mampu menjadi motivator dan fasilitator bagi anak didiknya agar mampu menguasai ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Karena itu belajar sepanjang hayat jelas harus dilakukan terus menerus oleh seorang guru. Para kepala sekolah harus selalu menjadi seorang pemimpin di bidang pendidikan, tetapi di abad sekarang ini kepala sekolah mesti mengerti apa yang efektif dalam penggunaan sumber-sumber belajar, teknologi, dan praktek terbaik dalam belajar-mengajar dan ia sadar betul bahwa tujuan siswa datang ke sekolah adalah untuk belajar. Kepala sekolah yang berhasil selalu berusaha menggali informasi dari manapun. karenanya seberapapun banyaknya perubahan, sejatinya tujuan belajar dan mengajar tidak berubah karena secara fundamental tetap sama. Kepala sekolah yang baik harus terlebih dahulu mengetahui kurikulum dan kemudian menggunakan pendekatan strategi lain untuk membuat kurikulum bisa berjalan dengan efektif di lapangan. Kepala sekolah harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada guru karena guru tau persis tentang perkembangan peserta didik disekolah minimal kepala sekolah harus efektif menjalin komunikasi kepada para guru bila perlu setiap hari walaupun sekedar 5 menit saja sebelum proses belajar mengajar dimulai kepala sekolah harus memberikan informasi dan motivasi kepada guru. Selain itu kepala sekolah harus mengevaluasi kinerja guru minimal dalam satu minggu mulai dari perangkat pembelajaran sampai pada permasalahan yang ada pada siswa.
Sebenarnya pekerjaan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolahnya tidak pernah ringan. Sudah sekian lama birokrasi pemerintahan negara kita tidak banyak membantu kepala sekolah mengatasi kerumitan itu. Sudah sejak lama pula para kepala sekolah berhadapan dengan situasi di mana mereka lebih banyak tergantung pada konteks dan peripheral (tambahan) pekerjaannya. Sementara para kepala sekolah lain bekerja untuk meningkatkan tugas-tugas administrasi saja, saat yang sama kepala sekolah yang cerdas mampu melakukan "walk the talk" dan menunjukkan bahwa dia bersedia untuk belajar dan mengambil resiko dengan teknologi baru atau strategi pembelajaran yang baru. Jika sekolah berusaha menerapkan hal yang baru baik itu teknologi maupun hal lain, kepala sekolah mesti bisa menjadi contoh untuk mau mencoba dan menerapkannya dalam tugas keseharian mereka. Dengan demikian guru, siswa semuanya mendapat contoh tentang bagaimana berubah.
Tidak ada Kepala sekolah yang ahli dalam semua bidang, begitu pula guru-guru yang dipimpinnya. Seorang kepala sekolah yang jempolan bisa mendistribusikan arus pengetahuan di sekolahnya hingga yang terjadi sekolah bisa menjadi sebuah komunitas pembelajar yang profesional. Misalnya dengan mengadakan sesi khusus yang disitu guru bisa saling mengajarkan hal baru satu sama lain. Bidangnya bisa apa saja dari teknologi sampai strategi belajar mengajar yang terbaru.
Banyak tugas guru yang harus dijalankan sebagai kepala sekolah, karena sekolah merupakan kehidupan yangserba dinamis dan persoalan selalu ada tidak kenal waktu dan tempat, apakah persoalan menyangkut kurikulum, guru, anak didik, orang tua/wali, komite sekolah, masyarakat setempat, bahkan sorotan dari opini publik dan belum lagi berbagai krisis dekadensi moral dikalangan anak didik. Untuk mengimbangi krisis yang ada, kepala sekolah tidak hanya dituntut sebagai edukator, negosiator dan administrator, melainkan juga harus berperan sebagai manajer dan supervisor yang mampu menerapkan manajemen bermutu.
Secara sederhana dapat diterjemahkan bahwa keberhasilan sekolah tergantung pada teknik mengelola manusia-manusia yang ada di sekolah untuk suatu keberhasilan yang tak terukur nilainya yaitu pemanusiaan manusia dalam diri peserta didik dan penghargaan bagi rekan-rekan pendidik sebagai insan yang kreatif dan peduli akan nasib generasi penerus bangsa, bentuk penghargaan baik dalam prestasi maupun meningkatkan gaji bagi guru-guru honor sehingga tidak ada patokan yang sama dari tahun-tahun sebelumnya karena kehidupan kita dinamis terus maju kedepan.
Untuk diingat, bahwa keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh komponen-komponen yang ada di sekolah tersebut. Peran kepala sekolah adalah orang utama dan pertama yang bertanggungjawab terhadap maju, mundurnya dan berkembangnya suatu sekolah, maka dari itulah diperlukan kepala sekolah yang benar-benar memahami dan menghayati akan tanggungjawabnya sebagai orang yang didahulukan selangkah dan diangkat setingkat dari keloga-koleganya sesama guru.