Al-Hasan Al-Basri : "kalian tidak lebih dari sekumpulan hari-hari, setiap pergi satu hari, maka berarti pergi juga sebagian dari kalian" Rusdin

Jumat, 11 April 2014

Keluarga Besar MAN Kandai II Dompu adakan Istigashah Jelang UN


Dompu_Inmas, 11/4/2014. MAN Kandai II Dompu adakan Istigashah dan doa bersama jelang UN 2014 di depan areal Madrasah yang dihadiri oleh peserta UN, wali murid, serta seluruh staf pengajar dan TU. Kepala MAN Kandai II Dompu dalam sambutannya menjelaskan tujuan utama dari pelaksanaan Istighosah agar para siswa saat menghadapi UN diberi kemudahan oleh Allah SWT, dan siswa diharapkan memiliki persiapan secara akademik, mental sekaligus spiritual untuk menghadapi UN dan kita semua berdoa semoga para siswa yang akan menghadapi UN diberi kemudahan,” selain itu siswa juga harus menjaga kondisi masing-masing karena jadwal UN tinggal hitung hari yaitu senin depan tanggal 14 April. Beliau menambahkan, secara administrasi dan teknis, MAN Kandai II Dompu siap menghadapi pelaksanaan UN. Mulai dari try out hingga penambahan jam pelajaran untuk persiapan UN. Dan yang paling penting adalah bagaimana para siswa ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari pelaksanaan UN nanti,” ujar Kepala MAN. Yang memimpin acara doa bersama serta penceramah yaitu bapak Ustadz Lalu Syarifudin, SQ.
Dalam ceramahnya al-ustadz menyampaikan kepada para peserta UN “agar doa dan permohonan bisa dikabulkan oleh Allah SWT kita harus menunaikan dulu hak-hak Allah salah satunya yaitu pengabdian kepada kedua orang tua kita karena ridhonya Allah karena ridhonya orang tua kita”, selain itu hak Allah yang paling utama yaitu selalu mendirikan sholat. Dalam doa bersama al-ustadz mengharapkan semoga diberikan kekuatan dan kemapuan serta kondisi yang sehat kepada para siswa yang akan menghapi UN senin depan.
Wakil Kurikulum Ridwan, S. Pd menyampaikan jumlah Madrasah yang akan melaksanakan UN di rayon 7 di MAN Kandai II Dompu yang ikut tergabung sejumlah 2 Madrasah swasta yaitu Madrasah Absah Tahir dan Madrasah Yasmin dengan jumlah total 262 siswa dengan jumlah kelas 14 ruangan ujian.(Mr)

Kamis, 27 Maret 2014

Hari Ke-dua Pelatihan Pengelolaan Website Kemenag NTB

    Mataram, Lombok Plaza Hotel 28/03/2014. Memasuki hari kedua pelatihan Worshop Pengelolaan Website dan Jaringan Se-NTB para peserta di bagi menjadi dua angkatan pada ruangan yang berbeda, ruangan I di hall bagian barat lantai II sementara ruangan II untuk angkatan II sebelah selatan ruangan II. 
     Tiap ruangan berjumlah 40 orang dari masing-masing satker yang telah di utus dari berbagai daerah yaitu mulai dari Sape, Bima, Dompu, sumbawa dan lombok dengan jumlah keseluruhan 80 peserta. 
     Pada hari kedua peserta akan menerima materi 1. tehnik penulisan berita media online/cetak, 2 pengelolaan portal website dan jaringan pada satker/unit kerja kemenag prov. NTB, 3. implementasi UU pers dan keterbukaan informasi publik, dan 4. kebijakan kementerian agama dalam pembinaan bidang informasi dan kehumasan. semua materi akan di tuntaskan pada hari kedua dan merupakan puncak dari kegiatan yang dimaksud. adapunpemateri terdiri dari wartawan senior suara NTB, dishubkominfo, tim website Kanwil, dan bagian tata usaha Kemenag NTB.
       Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar masing-masing tiap satker yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi user untuk pengelolaan website kemenag NTB ke depannya salah satunya memasukan berita mengenai kegiatan di masing-masing satker.

80 Orang Perwakilan Satker Kemenag NTB Mengikuti Worshop Pengelolaan Website


Mataram, 27/03/2014 Bapak Kakanwil membuka secara resmi acara kegiatan Worshop Pengelolaan Website dan Jaringan se-Nusa Tenggara Barat Angkatan I & II di Hotel Lombok Plaza Cakra Negara. Dalam sambutannya Bapak Kakanwil menyatakan “pelaksanaan worshop ini merupakan yang pertama kali di lakukan di Kementerian Agama NTB yang ditargetkan di masing-masing satker yang nantinya bisa meningkatkan kinerja kita dalam hal pengelolaan website untuk mempromosikan kemenag NTB secara online baik berupa berita, foto, vidio kegiatan maupun yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat” ujarnya
Lanjutnya “tiap akhir tahun bagi seluruh satker akan di eveluasi secara menyeluruh mana yang mengimplementasikan kegiatan ini terutama yang mengupload informasi mengenai kegiatan di tiap-tiap satker dan akan di hargai bagi satker yang sering memasukan berita pada website”.
Kegiatan worshop yang melibatkan 80 orang peserta terdiri dari satker masing-masing daerah yaitu perwakilah dari MIN, MTsN, MAN dan Humas Kemenag di seluruh NTB.
Setelah membuka secara resmi acara Worshop Website Bapak kepala Kantor Kemenag NTB langsung menuju Jayakarta-Senggigi untuk membuka acara Toga Toma mengenai Narkoba yang pesertanya adalah perweakilan dari toko masyarakat se-NTB.

Sabtu, 07 Desember 2013

The Varieties Culture's of Dompu (Abdul Gafur) Mahasiswa Al-Amin Dompu



 
Dompu in Map
Dompu is a city located in southern west Nusa precisely on the island of Sumbawa for Dompu own culture is diverse but all the differences that remain to be well received among the Dompu for itself. An outline of the Dompu still apply all the cultures that exist throughout Dompu. The culture is a legacy from their parents or heritage from our ancestors.

Ancestor Dompu said there are two things that must remain in place and have to preserved for our children and descendants as no later, that religion and culture. Only two things are very valuable addition to the legacy of the abandoned property.  Physical evidence left behind by the culture and ancestral heritage as well as a lot of people Dompu one example Mbuju.

This ritual is performed by the Dompuness, when there “Rawi Rasa”, which means village event either married of circumcision. This show is done before the day event was held secret. A said from those that his name Mbuju, “Kapanca” was a ritual the indigenous majority Dompu done. At night and it’s certain the tomorrow is the core event held all the above description. Is Dompu and culture still preserved to this day because has familiar with ethnic people Dompu. 


Dompu people said that if there is some short of ritual event it seems odds that there are less special impression. From it all people can be recognized Dompu people does not mean at still primitive Dompu, because the Dompu very high regard and greatly appreciate the culture heritage of their ancestors.   

The Varieties of Dompu Culture (by Nurul Hidayati)





Dompu is one of regency at NTB profince, lied at Sumbawa island and close ti Bima regency. The majority of religion of Dompu is moslem, so almost all of school and the government’s office at Dompu treat islam rule. 

Talking about culture at Dompu, that is not too different with Bima, couse Dompu and Bima have same stool. Begin from language, Dompu and Bima have same language, but almost every village at Dompu have different dialect.  

And then about the marriage’s traditional. The peoples at Dompu know about “Mbolo Weki” traditional. Usually the family of the bride do this traditional before marriage. “Mbolo Weki” tradition is tradition where the people give some contribution like money for the bride’s family. And then contribution is used to pay the cost of that marriage.
The people believe that this traditional can to tighten the friendship at everyone, so almost every marriage always do this tradition. Can’t be explain one by one. 
Lakey Beach Wave
 Beside the culture, Dompu also have many tourism like some beach. But lakey beach is the most famous beach. Cause lakey beach is one of the best place for surfing, so many tourist especially from foreign country.
Though Dompu is a small city but Dompu have so many unique culture, which different from the other.

Dompu Varieties Culture (ARIEF AKBAR)

The Map of Dompu Regency

 Dompu is very unique cultural characteristic, on of which Gantao. Gantao is on of evidence ancestral culture heritage in Dompu. Performances of the event, every parent to child.

Gantao also a typical traditional art Dompu, and to date it has not become extinct because of this sort of thing is rarely done, and it the evidence watched again certainly very crowded.

Cultural heritage is one of the attraction for every tribe and event pride for a place  that has the culture. Not infrequently is said foreigners wanting to adopt the majority culture in Indonesia, because Indonesian’s culture is very unique, preserving the culture does not mean that a class or group primitive, the reason why ……? This is because we as a form of love forward the nation including our homeland as the Dompu also have a sense of full responsibility for the preservation of this culture.